PEMILIHAN METODE PENYULUHAN PERTANIAN
Metode
Penyuluhan
PEMILIHAN
METODE PENYULUHAN PERTANIAN
Alasan
Pemilihan
Kemampuan
seseorang untuk mempelajari sesuatu berbeda-beda, demikian juga tahap
perkembangan mental, keadaan lingkungan dan kesempatannya berbeda-beda, sehingga
perlu ditetapkan suatu metode penyuluhan pertanian yang berdaya guna dan
berhasil guna. Tahap perkembangan mental seseorang dapat digolongkan dalam tahap
penumbuhan pertanian, tahap penumbuhan minat, tahap menilai, tahap mencoba dan
tahap menerapkan.
Tujuan
Pemilihan
Meningkatkan
efektifitas penyuluhan pertanian dengan pemilihan metode yang tepat, sesuai
dengan kebutuhan dan kondisi sasarannya.
Dasar-Dasar
Pertimbangan Pemilihan
Pertimbangan
yang digunakan dapat digolongkan menjadi empat yaitu sasaran, sumberdaya,
keadaan daerah, dan kebijaksanaan pemerintah.
Sasaran
Yang harus
diperhatikan penyuluh dari segi sasaran antara lain:
a. Tingkat
pengetahuan, ketrampilan dan sikap sasaran
Tahap penerapan
dari petani di suatu daerah bermacam-macam, demikian juga kecepatan,
keterampilan dan sikap yang telah mereka miliki. Penyuluh harus mengetahui dalam
tahap mana sebagian besar dari sasaran itu berada. Setelah itu harus
menghubungkannya dengan tujuan yang akan dicapai. Hal ini penting untuk dapat
menentukan metode mana yang paling tepat.
b. Sosial
budaya
Penyuluh harus
mengetahui adat kebiasaan sasaran, norma-norma yang berlaku dan status
kepemimpinan yang ada. Hal ini penting bukan saja dalam pemilihan metode
penyuluhan tetapi juga dalam menentukan teknik-teknik penyuluhannya. Contoh: ada
suatu daerah yang melarang melakukan pemutaran film pada malam Jumat.
c. Banyaknya
sasaran yang hendak dicapai oleh seorang penyuluh pada suatu waktu tertentu akan
menentukan metode penyuluhan pertanian yang akan dicapai.
Sumberdaya
Penyuluhan
Yang perlu
dipertimbangkan dalam hal ini antara lain:
a. Kemampuan
penyuluh
Pengalaman dan
kemampuan penyuluh yang meliputi penguasaan ilmu dan
keterampilan
serta sikap yang dimilikinya perlu dipertimbangkan.
b. Materi
penyuluhan
Dalam
menerapkan suatu metode penyuluhan perlu diperhatikan materi yang akan
disampaikan. Untuk yang bersifat teknis biasanya dipilih metode yang
memungkinkan adanya praktek di lapangan dan untuk materi yang bersifat non
teknis, misalnya agar petani mau berkelompok dan mau memasarkan hasil usahanya,
biasanya dipilih metode diskusi kelompok.
c. Sarana dan
biaya penyuluhan
Keadaan
peralatan alat-alat bantu pengajaran yang dipunyai, fasilitas yang ada serta
biaya yang tersedia akan menentukan dalam pemilihan metode penyuluhan.
Contoh :
1) Seandainya disuatu daerah belum ada listrik dan bahkan
letaknya sukar untuk dicapai, maka daerah tersebut sulit untuk diadakan
penyuluhan melalui pemutaran film walaupun biasanya cara ini bisa memberikan
hasil yang efektif.
2) Karena
keterbatasan biaya maka penyuluh pertanian akan memilih metode diskusi kelompok
daripada kursus tani, yang pada pelaksanaannya akan membutuhkan biaya yang
relatif besar.
Keadaan Daerah
Dalam pemilihan
metode penyuluhan para penyuluh perlu mempertimbangkan kondisi daerah
pelaksanaan penyuluhan, antara lain:
a. Musim
Pada musim
kemarau tiap daerah berbeda-beda keadannya, ada yang panas sekali, ada yang
tidak terlalu panas, ada daerah yang tidak bisa ditanami apa–apa, sebaliknya
ada juga daerah yang justru pada musim kemarau akan lebih menguntungkan jika
digunakan sebagai tempat usaha tani.
Apabila pada
suatu keadaan tertentu tidak memungkinkan untuk dilaksanakannya suatu proses
produksi maka tentu tidak akan diadakan penyuluhan di tempat usaha tani seperti
demonstrasi, sehingga dalam hal ini akan lebih memungkinkan untuk diadakan
pertemuan di rumah petani.
b. Keaadaan
Usaha Tani
Musim sangat
erat hubungannya dengan kedaan usaha tani, maka keadaan usaha tani suatu daerah
turut mempengaruhi pemilihan metode penyuluhan. Misalnya untuk mengintensifkan
ternak unggas disuatu daerah maka dipilih metode demonstrasi, sedangkan untuk
tujuan introduksi diterapkan metode karya wisata ke tempat lain.
c. Keadaan
Lapangan
Keadaan
lapangan seperti topografi, jenis tanah, sistem pengairan serta sarana perlu
juga dipertimbangkan. Contoh: untuk perkampungan yang letaknya terpisah-pisah
maka kegiatan penyuluhannya akan lebih efektif dilakukan di tempat tinggal
petani atau di lahan usaha taninya.
Kebijaksanaan
Pemerintah
Kebijaksanaan
pemerintah yang berasal dari pusat atau daerah kadang-kadang menentukan dalam
pemilihan metode penyuluhan. Pendekatan intensifikasi secara massal dan crash
program memerlukan waktu yanmg relatif cepat daripada pendekatan perorangan yang
pada dasarnya akan membutuhkan waktu relatif lebih lama.
Langkah-Langkah Pemilihan
Menghimpun dan
Menganalisa data
a. Sasaran
1) Golongan umur, jenis kelamin, tingkat
pendidikan, jumlah masing-masing golongan dan
keseluruhan.
2)
Adat kebiasaan, norma-norma dan pola kepemimpinan.
3)
Bentuk-bentuk usaha tani sasaran.
4)
Kesediaan mereka sebagai demonstrator dan jumlah petani maju.
b. Penyuluh dan
kelengkapannya
1) Kemampuan
penyuluh, jumlah penyuluh, pengetahuan dan keterampilan penyuluh.
2) Materi
penyuluhan/pesan.
3) Sarana dan
prasarana penyuluhan.
4) Biaya yang
ada.
c. Keadaan
daerah dan kebijaksanaan pemerintah
1) Musim/iklim.
2) Keadaan
lapangan (topografi), jenis tanah, sistem pengairan dan pertanaman
3) Perhubungan
jalan, listrik dan telepon
4)
Kebijaksanaan pemerintah pusat, daerah dan setempat.
Kegiatan
selanjutnya adalah menetapkan sasaran dengan menganalisa dari sebagaian besar
data dasar tersebut. Apabila tahap penerapan sasaran sudah disiapkan dalam
rangka penyusunan programa maka langkah berikutnya adalah mencoba menetapkan
alternatif metode penyuluhan.
Menetapkan Alternatif Metode Penyuluhan Pertanian
Pemilihan
metode penyuluhan pertanian secara umum adalah sebagai berikut:
a. Metode–metode dengan pendekatan massal
dipergunakan untuk menarik perhatian, menumbuhkan minat dan keinginan serta
memberikan informasi selanjutnya.
b. Metode-metode dengan pendekatan kelompok biasanya
dipergunakan untuk dapat memberikan informasi yang lebih rinci tentang suatu
teknologi. Metode tersebut ditujukan untuk dapat membantu seseorang dari tahap
menginginkan ke tahap mencoba atau bahkan sampai tahap menerapkan.
c. Metode-metode dengan pendekatan
perorangan, biasanya sangat berguna dalam tahap mencoba hingga menerapkan,
karena adanya hubungan tatap muka antara penyuluh dan sasaran yang lebih akrab.
Di sini perlu diperhatikan oleh penyuluh, bahwa metode pendekatan perorangan itu
dilakukan apabila sasaran sudah hampir sampai ke tahap mencoba dan bersedia
mencoba yang tentunya memerlukan bimbingan untuk memantapkan keputusannya.
d. Faktor lain yang memegang peranan dalam pemilihan
metode adalah masa kerja penyuluh di suatu tempat. Penyuluh yang belum lama
bekerja di suatu daerah perlu mengenal situasi dan kondisi daerah kerjanya.
Dalam taraf permulaan ini metode penyuluhan yang terbaik adaah pendekatan
perorangan. Apabila kemampuannya dalam pengenalan sasaran dan keadaan sudah ia
miliki, maka metode penyuluhan yang efektif dalam menjangkau sasaran yang lebih
besar adalah pendekatan kelompok atau massal.
Menetapkan Metode Penyuluhan Pertanian
Setelah
penyuluh pertanian menetapkan alternatif metode penyuluhan, barulah ia pikirkan
dengan matang-matang apakah metode-metode itu dapat dilaksanakan dan cocok
dengan lapangan dan sasaran
Bagi penyuluh pertanian yang sudah lama atau sudah
berpengalaman di daerah itu, tentu tahapan ini akan mudah baginya dan langsung
dapat memilih metode yang cocok. Dalam melaksanakan demonstrasi misalnya ia
harus menentukan lokasi demonstrasi dan siapa diantara sasaran yang bersedia
menjadi demonstratornya.
Dalam mencapai
suatu tujuan perlu dilaksanakan pemecahannya dengan kombinasi metode tertentu.
Pertimbangan-pertimbangan tentang musim, keadaan usaha tani, permasalahan di
lapangan, fasilitas, sasaran penyuluhan yang telah dikemukakan terdahulu, sangat
diperlukan dalam menetapkan kombinasi metode penyuluhan pertanian.
Pertimbangan-pertimbangan ini akan menghasilkan pemilihan satu atau lebih metode
penyuluhan. Apabila lebih dari satu metode penyuluhan yang tepilih, maka
pelaksanaannya dapat dilakukan sebagai berikut:
a. Pengulangan
Misalnya
kursus tani I diulangi dengan kursus tani II dan seterusnya dengan materi
berlanjut.
b. Urutan
Misalnya
kursus tani diikuti karyawisata, perlombaan dan lain-lain.
c. Kombinasi
Misalnya
pada waktu demonstrasi usahatani sekaligus dilaksanakan lomba antar peserta, dan
publikasi hasil.
Oleh:
Arip
http://masarip.blogs.friendster.com/my_blog/2007/09/metode_penyuluh.html
situasi riel di lapangan membutuhkan solusi bagaiman a penyuluhan khas indonesia yang mesti diaplikasikan sesuai d\keadaan . Sehingga dibutuhkan peranan lembaga penelitian yang lebih membumi.
Terima kasih buat saran anda, pepatah “dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung” berlaku buat penyuluhan pertanian. Tidak harus putra daerah, tetapi cukup memberikan waktu ekstra buat penyuluh yg ditempatkan didaerah untuk “lebih” mengenal dan beradaptasi terhadap lingkungan masyarakat dimana penyuluh tersebut ditempatkan.
hormat saya,
Gibson
nech info bener-bener mirip ma yang dosen gw bilang..
apa dosen kita sama ya???!!!
thanks ya tas infonya,,
tapi alangkah lebih baik bila dilengkapi dengan gambar
Apakah dosen yang anda maksud “seseorang yang berdiri di depan mahasiswa dan menulisi whiteboard dengan spidolnya?” Persepsi saya, dosen itu bisa siapa dan apa saja yang bisa memberikan pendidikan kepada saya. Kalo persepsi kita sama, berarti dosen kita adalah sama.
Ada tidaknya gambar yang ditampilkan disesuaikan dengan kebutuhan. Anda dapat melihat-lihat situs saya yang lain, dunia tani, aagib, lowongan pekerjaan terbaru.
Terimakasih atas kunjungan dan saran yang anda berikan, sukses buat anda.
Regards,
Gibson